Sunday, 1 February 2015

Masa Lalu yg membentuk kita di Masa Kini

JRTR - Masa lalu memang tidak semuanya indah untuk dikenang, tapi kita tetap harus mengakui bahwa karena baik atau buruknya masa lalu kita itulah kita bisa sampai di titik sekarang ini



       Setiap orang pasti punya masa lalu, sebuah kenangan di masa dahulu tentang kehidupannya yang kadang masih sering kita ingat di masa kini. Ada banyak macam momen di masa lalu itu dalam kehidupan manusia. Untuk mempermudah apa yang ingin saya share kan pada kesempatan kali ini, saya coba pisahkan masa lalu ini menjadi 3 bagian, yaitu masa lalu yang buruk, masa lalu yang biasa saja dan masa lalu yang indah :
Masa lalu buruk cenderung ingin kita lupakan, seperti pengalaman buruk, kesedihan,kegalauan dan hal negatif lainnya
Masa lalu biasa saja yang cenderung terlupakan, ini seperti aktivitas kita sehari-hari yang rutin kita lakukan di masa lalu. Cepat atau lambat dengan berjalannya waktu kita kadangkala melupakan aktivitas rutin kita di masa lalu.
Masa lalu indah tidak ingin kita lupakan dan ingin selalu dikenang hingga saat ini, nah untuk yang satu ini banyak orang yang menganggapnya dominan dalam membentuk kepribadian kita karena sampai saat ini, kenangan masa lalu indah lah yang seringkali masih kita ingat.

       Diantara ketiga masa lalu itu, manakah yang dominan membentuk kepribadian kita saat ini? jawabannya adalah semua masa lalu itu menurut saya sama sama dominannya sebagai pembentuk diri kita yang saat ini, walaupun untuk masa lalu yg biasa saja itu cenderung kita lupakan, tapi di memory kita sebenarnya tanpa sadar tetap terekam yang kadang kita keluarkan dalam bentuk perilaku yang menjadi kebiasaan tanpa kita sadari.

      Banyak orang yang ingin melupakan masa lalunya yang tidak mengenakkan dan tidak menyenangkan. Saya termasuk orang yang tidak sepakat dengan pandangan ini karena bagi saya masa lalu tidaklah pantas untuk kita lupakan begitu saja, sama halnya dengan kita harus mengingat slogan “jasmerah” jangan sekali-kali merupakan sejarah. Kita tidak boleh melupakan masa lalu buruk kita begitu saja sebelum kita belajar sesuatu dari masa lalu buruk tersebut.  Masa lalu buruk memang rasa-rasanya ingin sekali kita lupakan, tapi sebenarnya kita malah harus selalu mengingatnya dan berupaya agar hal buruk di masa lalu itu tidak terulang di masa kini. Atau apabila dijabarkan dengan bahasa lain adalah “kita harus belajar dari masa lalu, agar tidak jatuh di lubang yang sama”. Bukankah manusia dituntut untuk beajar dari kesalahan? Jika kita melupakan kesalahan kita, bagaimana kita bisa belajar dari kesalahan tersebut agar tidak mengulanginya lagi?

       Kesimpulannya adalah suka atau tidak suka, mau ataupun tidak mau, diri kita saat ini adalah hasil dari masa lalu kita baik itu masa lalu baik maupun yang buruk. Akan sangat beruntung apabila diri kita saat ini lebih baik ketimbang diri kita di masa lalu. Itu artinya kita telah belajar banyak dari pengalaman kita dan tidak lari dari masa lalu dengan cara melupakannya. :)

       Yuk kita semua memaknai dan merefleksikan masa lalu kita dan kemudian membandingkan dengan diri kita saat ini.. sudahkan kita jadi pribadi yang lebih baik ketimbang diri kita di masa lalu???

Buah dari Beratnya sebuah Keikhlasan

JRTR - Keikhlasan itu memang cukup berat untuk dijalankan, karena buah dari keikhlasan nantinya teramat indah untuk dirasakan



       Ikhlas adalah sebuah kata yang sering muncul ketika kita merelakan atau menerima sebuah kondisi yang tidak kita harapkan. Keikhlasan juga bisa muncul ketika kita melakukan sesuatu tanpa kita mengharapkan timbal balik atau balasan dari apa yang kita lakukan tadi. selain dua makna keikhlasan yang barusan saya sebutkan diatas, sebenarnya lebih banyak lagi definisi dari sebuah keikhlasan yang dipahami oleh manusia yang tentunya itu semua tergantung dari situasi dan kondisi dari masing-masing manusia itu tadi. Saya tidak akan memaparkan semua definisi kata ikhlas yang dipahami oleh tiap manusia tapi dalam kesempatan kali ini saya akan berbagi sudut pandang saya tentang beratnya sebuah keikhlasan dan apa yang bisa kita dapatkan ketika kita menjalani sebuah keikhlasan yang terlihat berat itu :)

     Yang pertama, menerima atau merelakan sebuah kondisi yang sebenarnya sama sekali tidak kita harapkan itu adalah sesuatu yang cukup sulit. Karena salah satu sifat manusia yang ingin kebutuhan atau keinginannya dipuaskan dan dipenuhi tapi mereka tidak menyiapkan diri mereka ketika apa yang mereka harapkan itu tak bisa terwujud. Menurut saya pribadi, mungkin hal ini ada hubungannya dengan motivator-motivator di dunia yang membiasakan diri kita untuk berpikir optimis dan hanya memfokuskan pada tujuan kita. Saya tidak bisa mengatakan bahwa apa yang ditanamkan oleh para motivator itu salah. Tapi menurut saya bisa saja audience atau orang yang dimotivasi itulah yang salah paham dalam menangkap maksud dari para motivator tadi. Memang benar bahwa untuk mendapatkan apa yang kita inginkan, maka kita harus benar-benar fokus pada apa yang kita inginkan dan membuang jauh pikiran negatif dan perasaan pesimis yang kita rasakan. Tapi yang jadi tidak tepat adalah ketika orang-orang yang dimotivasi itu kemudian hanya fokus pada keberhasilan mereka dan secara psikologis jadi tidak siap ketika apa yang mereka inginkan itu tak bisa terwujud. Di titik inilah kemudian kita akan menemukan banyak orang yang langsung down mentalnya dan merasakan putus asa yang cukup mendalam hingga sulit bangkit. Bagi saya pribadi, optimis dan membuang pemikiran negatif tentang apa yang jadi tujuan kita memang penting karena itu akan membuat kita memiliki kekuatan lebih untuk meraih apa yang kita harapkan. Jadi, ketika saya sudah memiliki tujuan yang ingin saya capai, maka saya akan memperjuangkannya dengan optimisme tinggi. Tapi ketika telah tiba penentuan hasilnya dan ternyata tidak sesuai dengan apa yang saya harapkan, maka bagaimanapun beratnya tetaplah harus kita terima dan kita jadikan motivasi lebih untuk meraih hal tersebut di kesempatan selanjutnya ataupun di kesempatan lain. Bukankah kegagalan adalah sesuatu yang wajar apabila kita memang ingin sukses?

      Yang kedua adalah, keikhlasan dalam memberikan sesuatu tanpa mengharapkan timbal balik. Secara teori terlihat cukup sederhana memang untuk dijalankan, meskipun sebenarnya ketika kita menjalankan ikhlas dalam hal ini sulit dan kadang banyak pikiran negatif muncul. Kita memang sering memberikan sesuatu baik itu berupa barang ataupun berupa bantuan pada orang-orang disekitar kita. Tapi apakah kita benar-benar ikhlas ketika memberikannya?  Apakah tak pernah terlintas sedikitpun di benak kita mengenai apa manfaat dan kegunaan yang orang tersebut bisa berikan pada diri kita ketika kita memberikan sesuatu padanya? Ketika pikiran negatif untuk menjawab pertanyaan barusan muncul, maka kemudian yang kita rasakan adalah rasa malas dalam memberikan sesuatu apabila itu tidak menguntungkan bagi diri kita di masa depan.

       Dari kedua paragraf yang saya paparkan diatas, keikhlasan memang menjadi hal yang secara normatif dan secara teori mudah namun memiliki penerapan yang tidak semudah teorinya karena kita sebagai manusia bisa yang memiliki keterbatasan dan sisi negatif yang kadang kala sulit untuk kita redam dalam sebuah kesempatan. Manusia bukanlah malaikat yang memiliki sisi positif yang sempurna. Itu sebabnya manusia harus senantiasa berusaha untuk mewujudkan keikhlasan dalam dirinya dengan semaksimal mungkin. Tidak mudah memang keikhlasan ini untuk diwujudkan, karena buah dari keikhlasan ini menurut saya sangat luar biasa rasanya. Buah dari sebuah pohon yang bernama keikhlasan adalah cara pandang yang berbeda dalam melihat sebuah masalah dalam kehidupannya. Orang yang memahami konsep keikhlasan dengan baik nantinya adalah orang yang melihat sebuah permasalahan bukan sebagai sesuatu yang akan merugikannya, tapi dia melihat sebuah permasalahan sebagai sesuatu yang harus dia lewati apabila dia ingin senantiasa jadi pribadi yang lebih baik.

Semoga Bermanfaat. :)
apabila ingin berbagi cerita di website ini, kirimkan tulisan rekan-rekan pembaca ke alamat : jokorowotlogorejo@yahoo.com atau jkorowotlogorejo@gmail.com
Mari kita berbagi sudut pandang yang kita miliki tentang kehidupan agar kita bisa melihat sisi lain dari kehidupan yang mungkin sebenarnya itulah yang benar-benar kita butuhkan.....

KEHIDUPAN yg tak sesuai dengan KEINGINAN

JRTR - Ada banyak hal dalam hidup ini yang walaupun kita tidak suka, tapi dia tetaplah harus kita jalani karena disitulah kita akan belajar makna dari sebuah kedewasaan melalui sebuah pengorbanan



       Kita hidup tidak hanya demi diri kita sendiri, tapi juga demi orang-orang disekitar kita yang memberikan kepercayaannya pada diri kita. Ketika kecil, kita mungkin hanya memikirkan diri kita sendiri karena ketika kecil memang kita masih belajar untuk mengenal apa yang kita inginkan. Itu sebabnya ketika kecil, aktivitas kita hanya bermain dan melakukan sesuatu yang kita sukai. Ketika kita tidak menyukai sesuatu, maka kita akan menangis sambil merengek-rengek pada orang tua kita untuk meminta sesuatu yang memang kita sukai. Tapi dengan berjalannya waktu dan makin bertambahnya usia kita, sebenarnya kita dituntut untuk belajar dan memilah mana yang kita sukai dan mana yang kita butuhkan. Dari yang awalnya belum bersekolah dan hanya bermain, kita mulai dihadapkan pada rutinitas sekolah yang memaksa kita untuk mencerna banyak hal yang tidak semuanya kita sukai. Disitulah sbenarnya proses pembelajaran sedang berjalan.

     Pembelajaran itu terus berjalan walaupun kita telah usai menjalani rutinitas sekolah selama 12 tahun. Pembelajaran selanjutnya ini di jenjang perguruan tinggi dimana kita mulai dituntut lebih keras lagi untuk memahami tanggungjawab kita secara utuh. Ketika pada saat sekolah kita “dipaksa” dengan rutinitas sekolah, ketika masuk bangku perkuliahan kita lebih diberi kebebasan untuk melakukan apa yang kita inginkan meskipun sebenarnya tetap ada tanggung jawab disitu untuk menjalani proses studi kita hingga usai. Di step ini, proses untuk menerima hal yang tidak kita sukai sebenarnya mulai berjalan lebih kompleks. Kita harus mengakui bahwa tidak semua diantara kita itu masuk di lingkungan perguruan tinggi yang memang dia harapkan dari awal. Ada banyak diantara kita yang “terpaksa” masuk ke dalam lingkup perguruan tinggi yang tidak dia harapkan atau inginkan karena banyak sebab. Tapi walaupun ada banyak sebab dimana dia tidak bisa mendapatkan perguruan tinggi yang diharapkan tersebut, semua tetap dengan tanggung jawa yang sama, yaitu ketika kita telah masuk di lingkup perguruan tinggi tersebut, suka atau tidak suka kita harus menjalaninya hingga usai. Disinilah ujian terhadap pemahaman diri kita tentang tanggung jawab sesungguhnya sedang berjalan.

     Dan ketika kita selesai di dunia perkuliahan, sebenarnya kita dianggap sudah cukup dewasa untuk memahami situasi dan kondisi di dunia nyata yang sesungguhnya, bahwa ternyata ada banyak hal dalam hidup ini yang walau tidak kita sukai, tapi tetaplah harus kita jalani. Bagaimana rutinitas di dunia kerja yang tidak semuanya nyaman untuk dikerjakan, bahkan ada beberapa yang malah cenderung membosankan tapi tetaplah harus kita jalankan. Itu semua bukan hanya untuk diri kita sendiri, tapi juga untuk orang-orang disekitar kita dan juga terutama keluarga kita. Sudah bukan waktunya lagi kita memikirkan kenyamanan diri kita sendiri karena saat itu sudah waktunya kita mulai memikirkan kenyamanan orang lain yang mungkin menggantungkan harapannya pada kita.

      Karena hidup itu sebenarnya bukan hanya mengenai diri kita sendiri, melainkan ada tanggungjawab moral pada orang-orang disekitar kita. Itu sebabnya kita tidak bisa menuruti egoisme kita semata dengan hanya mau melakukan apa yang kita senangi. Bukankah Manusia itu diuji dengan apa yang tidak dia sukai dan apa yang tidak dia harapkan?  Itulah sebabnya banyak permasalahan yang timbul dalam hidup manusia yang tidak kita harapkan keberadaannya. Apakah ada manusia yang hidup dengan mengharapkan permasalahan? Pasti jawabnya tidak ada. Karena semua manusia pasti ada keinginan untuk menghindari permasalahan dan hanya ingin mendapatkan apa yang membahagiakan baginya.

      Saya kemudian mulai memahami secara perlahan ketika masuk step ini bahwa sebenarnya memang hidup ini berjalan dengan step step yang sudah diatur oleh Sang Pencipta.  Dari yang awalnya hanya tau apa yang kita inginkan, kemudian belajar memahami apa yang kita inginkan dan apa yang kita butuhkan, hingga kemudian akhirnya  kita memahami apa yang kita butuhkan dan harus kita lakukan walaupun itu tidak kita inginkan. Karena hidup itu tidak pernah seindah apa yang kita inginkan, maka kitalah yang harus menjadikan apa yang tidak kita inginkan itu menjadi sebuah keindahan :)

Mungkin itu beberapa hal yang ingin saya share pada minggu ini. Sedikit lebih panjang memang ketimbang biasanya, tapi semoga tidak mengurangi kenyamanan pembaca sekalian....

Kebahagiaan dalam Bingkai Kesederhanaan

JRTR - "Kebahagiaan itu sebenarnya sederhana, yaitu ketika kita telah mampu memaknai kesulitan, kesedihan dan permasalahan dalam kehidupan kita sebagai sebuah proses yang harus kita lalui untuk memahami sebuah kebahagiaan itu lebih dalam, karena pada akhirnya kebahagiaan itu tidak bergantung dari apa yang ada disekitar kita, melainkan bergantung dari diri kita sendiri yang menciptakannya dalam hati kita"


     
       Dalam hidup ini kita pasti mendambakan hari-hari yang nyaman, aman dan mampu menenangkan diri kita dalam menjalani kehidupan dari waktu ke waktu. hal ini sangatlah wajar karena memang tidak ada satupun manusia di dunia ini yang ingin hidup tanpa sebuah kebahagiaan yang dia rasakan. Tujuan semua orang hidup adalah untuk mencari kebahagiaan, baik itu secara lahir maupun bathin. itu sebabnya banyak orang yang kemudian berlomba-lomba untuk melakukan hal-hal yang mereka sukai dan mampu membuat mereka bahagia. Pertanyaannya adalah, apakah kebahagiaan hanya tentang mengejar hal-hal yang kita sukai dalam kehidupan kita saja? Karena faktanya, terlalu mendambakan dan terlalu mencari kehidupan yang menyenangkan ini kadang malah cenderung membuat diri kita mudah putus asa dalam menjalani hari karena pada kenyataannya Tuhan senantiasa menguji kita dengan kehidupan yang berat, penuh masalah dan jauh dari kata menyenangkan.

       Adalah anggapan yang salah bila kita mencari kebahagiaan dengan berupaya mendapatkan sesuatu yang kita senangi dalam kehidupan ini karena pada akhirnya itu hanya akan menjadi kebahagiaan sesaat yang menimbulkan keinginan untuk mendapatkan hal lainnya dalam upaya mendapatkan kebahagiaan pribadinya. Saya mengatakan ini anggapan yang salah karena keadaan ini hanya akan membuat kita cenderung memuaskan keinginan pribadi kita yang pada dasarnya akan mengkaburkan pemaknaan kita mengenai sebuah kebahagiaan. Karena kebahagiaan itu tidak hanya diukur dari apa yang bisa kita dapatkan dan miliki, melainkan dari apa yang bisa kita pelajari dalam hidup. Banyak orang di sekitar kita yang mungkin tidak bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan dalam hidup, lantas apakah itu membuat mereka pasti tidak bahagia? belum tentu bukan? Bukankah memang ada banyak hal dalam hidup ini yang tidak sesuai dengan harapan dan keinginan kita? lantas apakah itu akan membuat kita menderita dalam menjalani kehidupan kita sepanjang hari?

Pada akhirnya kita ini haruslah sadar bahwa kebahagiaan yang kita cari dalam kehidupan itu bukanlah berarti sebuah hidup yang tanpa masalah dan sebuah hidup yang kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan. melainkan kebahagiaan dalam hidup yang sesungguhnya kita cari adalah ketika pada akhirnya kita memahami bahwa dari sebuah masalah pun ada kebahagiaan yang bisa kita ciptakan yaitu kekebahagiaan ketika kita tetap bisa bersyukur di tengah situasi sulit hidup kita, dan dari ketidakmampuan kita mendapatkan apa yang kita inginkan itu kita belajar mengenai sebuah keikhlasan.


Semoga Tulisan saya kali ini Bermanfaat

KEMAMPUAN dan KEMAUAN untuk Menjalani Kondisi Sulit

JRTR - Tuhan tidak akan menempatkan dalam sebuah kondisi tanpa alasan. Kalaupun ketika ini kita dalam kondisi sulit yang kita merasa tak mampu menjalaninya, sebenarnya ketika itu kita hanya sedang diuji apakah kita benar-benar bisa memanfaatkan apa yang sesungguhnya kita miliki untuk melewati kondisi sulit yang ada di depan kita




        Dalam kehidupan kita, pasti kita pernah merasakan berada dalam sebuah kondisi yang sulit. Baik itu kesulitan dari segi masalah dalam pribadi kita ataupun masalah di lingkungan sekitar kita yang menyebabkan kita juga terkena dampaknya. Mungkin banyak diantara kita yang mengeluh dengan kondisi itu, tapi kita harus sadar bahwa keluhan tidak akan membuat kondisi membaik. Bukankah kehidupan kita itu memang terus berjalan layaknya roda yang berputar, kadang diatas dan kadang dibawah. Kadang bahagia dan kadang merasakan kesedihan. Kalau saya ibaratkan, hidup itu layaknya dua sisi yang memang wajib kita jalani. Ada sisi dimana kita bahagia dan ada sisi dimana kita merasakan kondisi sulit. Ketika kita hanya mengarapkan berada dalam sisi yang bahagia dan mudah untuk dilalui itu sama saja kita memaksakan egoisme kita pribadi semata. Tidak ada yang namanya kehidupan yang senantiasa bahagia, yang ada hanyalah kehidupan yang seburuk apapun keadaannya namun tetap kita jalani dengan kebahagiaan. 

        Mungkin banyak yang akan mencibir kalimat terakhir dari paragraf diatas. Mana bisa kehidupan sulit dijalani dengan kebahagian? Bukannya kondisi sulit itu membuat kita harus berfikir lebih keras untuk mencari solusi agar keluar dari kondisi sulit tersebut? Jadi wajar donk klo didalam kondisi sulit tadi kita harus berusaha lebih keras. Bagaimana bisa didalam usaha keras tadi kita bahagia? Bahagia kan pada saat kita sudah bisa keluar dari masalah tersebut?..  Pertanyaan tadi akan saya jawab dengan satu kata, yaitu “Bisa”. Menjalani masalah dengan bahagia disini bukan berarti menyepelekan masalah ataupun melupakan masalah tersebut dengan menganggapnya tidak ada.namun menjalani masalah dengan bahagia disini artinya menerima masalah itu dengan ikhlas dan menganggap sebuah masalah itu hanyalah salah satu proses yang wajib kita lalui. Karena masalah itu Cuma satu proses yang harus kita lewati, otomatis sebenarnya kita memiliki kemampuan untuk melewatinya. Hanya saja terkadang kita kalah dengan rasa takut dan rasa pesimis yang ada sehingga kita menganggap sebuah kesulitan atau masalah sebagai sebuah tembok yang harus kita hindari. Itu sebabnya banyak orang yang seringkali hanya berusaha menghindar dari masalah dengan mencari pelampiasan dan kesenangan sesaat dan bukannya menghadapinya. 

        Bahasa kasar untuk orang-orang yang hanya bisa menghindari kondisi sulit dengan mencari pelampiasan kesenangan sesaat ini mungkin adalah kalah sebelum bertanding. mereka tidak berani menghadapi masalah tersebut dan berusaha mengalahkannya. mereka hanya berusaha menghindar dan mencari pelampiasan sesaat yang bisa membuat dirinya lega sesaat dari tekanan yang diakibatkan dari permasalahan itu tadi. Padahal yang dibutuhkan sebenarnya hanyalah kita hadapi dan jalani permasalahan tadi sambil berupaya mencari solusinya, yaitu solusi yang sebenarnya ada dalam diri kita namun dia menunggu untuk kita temukan. 

Jadi, sudah siapkah kita melewati ujian berupa kondisi sulit dalam kehidupan kita? :)